Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

6/26/2025

Tak Mau Lagi Jatuh Cinta

Tak Mau Lagi Jatuh Cinta

(Fardin Yasin Amura)

 


 

Aku pernah merajut harap
pada senyum yang tak pernah menetap.
Pernah kutitipkan hati
pada tangan yang tak ingin menggenggam lagi.

Aku mencintai seperti hujan,
yang jatuh tak kenal lelah,
meski tanah tak pernah menyimpan jejaknya.

Kini kututup jendela rasa
yang dulu terbuka selebar langit jingga.
Tak ingin lagi aku mengemis rindu
pada yang hanya menganggapku angin lalu.

Biarlah cinta menjadi puisi
yang kubaca dalam sepi
bukan lagi doa yang kupinta
di setiap sujud malamku yang luka.

Aku tak marah,
tak juga dendam.
Cinta pernah indah,
meski kini hanya kenangan yang diam.

Dan bila esok datang cinta yang baru,
akan ku tersenyum
bukan karena ingin,
tapi karena aku telah belajar untuk cukup.


Baca selengkapnya

10/01/2024

[Puisi untuk mu] - Rindu di Ujung Waktu

 

Rindu di Ujung Waktu

 


Langit mulai meredup, mentari tak lagi hangat, 

Dedaunan jatuh perlahan, seperti nafasku yang kian berat, 

Aku tersandar di tepi senja yang tak bernama, 

Menanti angin yang akan membawaku pulang ke selamanya.

 

Di ujung jalan ini, aku tahu, 

Waktuku mengalir seperti sungai menuju lautan kelam, 

Namun ada satu yang masih mengikat langkahku, 

Bayanganmu, yang tak pernah kusentuh dengan tangan.

 

Aku merindukanmu, lebih dari kata-kata bisa bicara, 

Lebih dalam dari samudera yang tersembunyi di hati, 

Namun suara ini tertahan, terjebak dalam kerongkongan sunyi, 

Sementara waktu berlari, tanpa pernah kembali.

 

Seandainya aku bisa bertahan sejenak, 

Menahan perahu di ambang arus terakhir, 

Kan kutuliskan namamu di langit yang merah, 

Sebelum malam menutup segala yang tersisa.

 

Namun aku tahu, angin malam akan segera datang, 

Membawa raga ini ke tempat yang jauh, 

Di mana bintang-bintang tak lagi bersinar untukku, 

Dan hanya bayangmu yang tertinggal, dalam bisu yang pilu.

 

Meski detik-detikku perlahan lenyap dalam sunyi, 

Rinduku takkan padam, ia akan terus menyala, 

Bersama setiap hembusan angin yang menyentuh wajahmu, 

Dan cinta ini, meski tak pernah terucap, akan hidup di antara bintang yang terlupakan.

 

Bila kau merasakan sepi di tengah malam, 

Ketahuilah, itu aku, yang tak pernah pergi, 

Rindu ini akan tetap bertahan, 

Bahkan ketika diriku telah hanyut bersama cahaya yang hilang di cakrawala.





Cor sincerum a Fardin Yasin Amura

Baca selengkapnya

7/29/2024

Puisi Cinta Sedih - Senja Tak Berbintang

 Senja Tak Berbintang


Di bawah langit senja yang tak berbintang,  

Di antara bisik angin yang penuh rasa,  

Ada seorang lelaki, jiwanya terkurung,  

Tak ingin jatuh cinta, memilih merindukan kematian.


Ia berjalan di jalan sepi, tanpa jejak,  

Menghindar dari hangatnya pelukan dan sayang,  

Hatinya membeku dalam dingin ketidakpedulian,  

Memilih sunyi daripada canda yang penuh harap.


Dalam mimpi yang retak, ia mencari ketenangan,  

Kematian seperti pelukan yang tak tergapai,  

Lebih lembut daripada luka cinta yang tak kunjung sembuh,  

Lebih pasti daripada janji yang penuh dusta.


Dia menatap bintang, tetapi hanya bayang-bayang yang tampak,  

Dan merindukan akhir yang membebaskannya,  

Dari kerumitan perasaan yang membelenggu,  

Lebih dari segala kebahagiaan yang mungkin ada.


Di luar sana, dunia terus berdetak,  

Tetapi dia, lelaki itu, memilih sepi,  

Kematian menjadi sahabat yang setia,  

Daripada cinta yang penuh kepalsuan dan derita.

Baca selengkapnya

7/13/2023

[Puisi Kenangan] Yunita dengan Gemininya

 YUNITA DENGAN GEMININYA

(Winggar Hasan)



Kala itu berdurasi 795 hari, sebut saja begitu....
Hari yang berat terasa ringan...
Hari yang buruk disulap menjadi indah...
Air mata diubah menjadi tawa...

795 hari tak lagi berjalan...
Tanpa alasan yang jelas berhenti...
Yaaa... Benar!!!
Itu adalah mutlak kesalahan ku...
Jangan tanyakan seberapa besar!!!
Tak siapapun bisa menjawabnya bahkan aku.

Kini setiap detiknya terasa begitu sakit yang dialiri dengan penyesalan...
Tak ingin aku libatkan air mata...
Namun itu hal mustahil...

Apa yang kamu rasakan di alam sana tak dapat diukur dengan air yang keluar dari mata...
Semesta bukan memisahkan...
Semesta memberi ku SKS tak berujung...

Sayonara Yunita'ku


Baca selengkapnya

3/31/2023

[Puisi] Hari kelabu

 

Hari kelabu

(Fardin Yasin Amura) 



 

Hari kelabu

Hadir membawa kejutan

Menyapa tak bersuara

Ditangisi oleh waktu

 

Hari kelabu

Perjumpaan singkat

Tanpa menegur sapa

Pergi meninggalkan fana

 

Hari kelabu

Iringan keheningan

Dibawah terik mentari

Menuju keabadian

 

Hari kelabu

Memanggil ketabahan

Saat tubuh tak kuat

Memeluk ikhlas

 

Hari kelabu

Saat berpaling

Pesona luka

Menghiasi jejak

Baca selengkapnya

10/26/2022

[Poem] Death of Love

Death of Love

(Fardin Yasin Amura)

 

pixabay.com

I never hated you

Even though this feeling has rotted from within

I don't want the worst for you

Even though my body has been trampled to death by the ground

 

I'm not that cruel

Even though this hope has been spit

From humiliation full of lies

You're playing

 

I won't be angry

Even though longing burns me slowly

I'm still standing tall

Even though that sincerity you have dumped

 

I will smile

Even though you stab me slowly

Seeing you happy

And I die with your love

Baca selengkapnya

2/24/2021

[Puisi] Cinta Tanpa Penyesalan

 

Cinta Tanpa Penyesalan

(Karya: Fardin Yasin Amura)



 
Mencintai tanpa dicintai

Tak perlu engkau membalas cinta ku, karena

Aku sudah cukup bahagia melihat mu bahagia

 

Aku mencintai mu dalam kesendirian

Tak perlu engkau mendengar bisikan hatiku

Aku sudah cukup bahagia menyebut mu dalam doaku

 

Aku mencintai mu tanpa penyesalan

Tak perlu engkau menjadi milikku

Aku sudah cukup bahagia melihat mu bersamanya

 

Aku mencintai dalam kematian

Tak perlu engkau menangis bila aku tiada

Aku sudah cukup bahagia mengenal dirimu

Baca selengkapnya