2/03/2020

Cerpen Sahabat Jadi Cinta


Sahabat Jadi Cinta
(Penulis: Hasniar)

 

Malam itu Izan kembali melihat fotonya bersama Hasry yang terpampang di layar hp. Ia sungguh menyayangi sahabatnya itu. Karna rasa sayang itu, ia tak pernah membiarkan Hasry bersedih walau sedetik pun.
“Woy,,, lu ngapain? Layar hp di pelototin mulu!" sapa Kak Rian, yang tidak lain adalah Kak Izan.
“Gak kenapa-kenapa kok!, Lu ngapain kesini? Ada masalah?"
“Ya..nggak ada, cuma mau tanya-tanya aja"
“Mau tanya apaan?"
“Teman lo, si Hasry udah punya pacar apa belum??"
“Kenapa lo nanya kayak gitu?" (heran campur khawatir)
“Nggak kenapa-kenapa, gue cuma tanya ajaa, lo kan dekat tuh sama dia, kali aja lu tau."
“Setau gue sih!! Enggak ada!"
“Owh, OK, thanks yah, lo itu emang adik terbaik, Zan!"
Keesokan harinya, Izan berangkat ke sekolah. Di sekolah, ia bertemu dengan Hasry. Hari itu, Izan merasakan ada hal yang aneh pada dirinya. Ia merasa begitu bahagia melihat Hasry dan jantungnya berdegup kencang. Sebelumnya Izan tak pernah merasa seperti itu!
“Izan, kamu kenapa? Kok bengong begitu, kamu sakit yah?"
“eh, Nggak kok, aku gak sakit! Cuma kagum aja sama kamu, hari ini kamu cantik!" (Tak sadar Izan memuji Hasry dengan sangat tulus dan jujur).
“Ihhh, penyakit gombal kamu kayaknya, udah kumat lagi" tutur Hasry sambil tersenyum!
Seharian itu, Izan terus saja memuji Hasry sahabatnya. Izan begitu mengagumi Hasry. Hasry tak begitu cantik, namun ia gadis yang baik hati, cerdas, dan sangat lugu. Bagi Hasry, semua hal tentang perasaan itu cuma sekedar ilusi yang ia sendiri pun tak begitu memahaminya. 2 tahun sudah persahabatan Hasry dan Izan, tapi tak pernah terlintas di benak keduanya untuk saling mencintai. Ternyata memang benar, bahwa jika rasa nyaman, kagum, dan sayang apa bila berada pada puncaknya akan berubah menjadi rasa yang lain (cinta).
Izan terus saja memikirkan Hasry. Ia bingung mengapa wajah sahabatnya itu selalu membayangi setiap kegiatannya. Sampai akhirnya Izan sadar kalau ia telah jatuh cinta. Di saat yang bersamaan, Kak Rian ternyata juga mempunyai perasaan pada Hasry.
“Zan, lo mau nggak bantuin gue??" (Tanya Kak Rian).
“Bantuin lo? Buat ngapain?"
“Besok lu ajakin Hasry jalan-jalan ke taman. Gua mau ngomong sesuatu sama dia"
"Emang lo mau ngomong apaan?"
“Gue mau nyatain perasaan gue"
“Lo suka sama Hasry??" Tanya Izan tak percya”
“Iyah, udah lama banget, lagian lo banyak Tanya banget sih, kayak mbak-mba resepsionis aja," jawab Kak Rian seenaknya.
    Izan diam seribu bahasa dan tiba-tiba dikagetkan oleh suara Kak Rian, yang menanyakan kesediaan Izan.
“Gimana, lo mau kan bantuin gue?"
“Ehhh... iyah, gue bakal usahain!" ( tutur Izan dengan semangat yang dipaksakan)
Mendengar rencana Kak Rian, Izan sangat bingung. Tidak mungkin baginya untuk mendahului sang kaka. Namun, perasaannya pun takdapat di bohongi.Izan mencintai sahabatnya itu.
Keesokan harinya, Izan berniat ingin mengajak Hasry jalan-jalan, namun yang ia dapat kan hanyalah sepucuk surat yang di titipkan Hasry pada temannya. Surat itu ditujukan untuknya.
----------------------------------------------------------------
  
 #isisuratHasry

Dear Izan

Kamu adalah sahabat terbaik. Terimakasih, karna udah jagain aku selama ini. Jujur, aku sangat menyayangi mu. Dan aku tak ingin berpisah dengan mu. Tapi aku tak punya pilihan. Ayah memintaku untuk ikut bersamanya. Aku harap suatu saat nanti, kita bisa berjumpa. Dan semoga kamu tidak lupa sama aku. Aku pun tak kan melupakan mu.

 Sahabat mu, Hasry.


----------------------------------------------------------------
Izan sangat sedih mengetahui sahabat yang ia sayangi kini telah berada jauh darinya. Namun, disaat yang bersamaan Izan juga bahagia karena dengan sendirinya Kak Rian akan melupakan niatnya untuk menjadikan Hasry sebagai kekasihnya.
Sejak saat itu, Izan mulai fokus pada sekolahnya. Izan hanya ingin segera lulus dan masuk di Universitas yang ada di kota tempat Hasry pindah. Izan berharap dengan begitu, Ia dapat bertemu Hasry, dan menyatakan perasaan yang belum sempat ia sampaikan sebelumnya!

Sekian

Bagikan

Jangan lewatkan

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.