Sahabat
Jadi Cinta
Malam
itu Izan kembali melihat fotonya bersama Hasry yang terpampang di layar hp. Ia sungguh
menyayangi sahabatnya itu. Karna rasa sayang itu, ia tak pernah membiarkan Hasry
bersedih walau sedetik pun.
“Woy,,,
lu ngapain? Layar hp di pelototin mulu!" sapa Kak Rian, yang tidak lain
adalah Kak Izan.
“Gak
kenapa-kenapa kok!, Lu ngapain kesini? Ada masalah?"
“Ya..nggak
ada, cuma mau tanya-tanya aja"
“Mau
tanya apaan?"
“Teman
lo, si Hasry udah punya pacar apa belum??"
“Kenapa
lo nanya kayak gitu?" (heran campur khawatir)
“Nggak
kenapa-kenapa, gue cuma tanya ajaa, lo kan dekat tuh sama dia, kali aja lu tau."
“Setau
gue sih!! Enggak ada!"
“Owh,
OK, thanks yah, lo itu emang adik terbaik, Zan!"
Keesokan
harinya, Izan berangkat ke sekolah. Di sekolah, ia bertemu dengan Hasry. Hari
itu, Izan merasakan ada hal yang aneh pada dirinya. Ia merasa begitu bahagia melihat
Hasry dan jantungnya berdegup kencang. Sebelumnya Izan tak pernah merasa seperti
itu!
“Izan,
kamu kenapa? Kok bengong begitu, kamu sakit yah?"
“eh,
Nggak kok, aku gak sakit! Cuma kagum aja sama kamu, hari ini kamu cantik!"
(Tak sadar Izan memuji Hasry dengan sangat tulus dan jujur).
“Ihhh,
penyakit gombal kamu kayaknya, udah kumat lagi" tutur Hasry sambil tersenyum!
Seharian
itu, Izan terus saja memuji Hasry sahabatnya. Izan begitu mengagumi Hasry. Hasry
tak begitu cantik, namun ia gadis yang baik hati, cerdas, dan sangat lugu. Bagi
Hasry, semua hal tentang perasaan itu cuma sekedar ilusi yang ia sendiri pun tak
begitu memahaminya. 2 tahun sudah persahabatan Hasry dan Izan, tapi tak pernah terlintas
di benak keduanya untuk saling mencintai. Ternyata memang benar, bahwa jika
rasa nyaman, kagum, dan sayang apa bila berada pada puncaknya akan berubah menjadi
rasa yang lain (cinta).
Izan
terus saja memikirkan Hasry. Ia bingung mengapa wajah sahabatnya itu selalu membayangi
setiap kegiatannya. Sampai akhirnya Izan sadar kalau ia telah jatuh cinta. Di
saat yang bersamaan, Kak Rian ternyata juga mempunyai perasaan pada Hasry.
“Zan,
lo mau nggak bantuin gue??" (Tanya Kak Rian).
“Bantuin
lo? Buat ngapain?"
“Besok
lu ajakin Hasry jalan-jalan ke taman. Gua mau ngomong sesuatu sama dia"
"Emang
lo mau ngomong apaan?"
“Gue
mau nyatain perasaan gue"
“Lo
suka sama Hasry??" Tanya Izan tak percya”
“Iyah,
udah lama banget, lagian lo banyak Tanya banget sih, kayak mbak-mba resepsionis
aja," jawab Kak Rian seenaknya.
Izan diam seribu bahasa dan tiba-tiba dikagetkan
oleh suara Kak Rian, yang menanyakan kesediaan Izan.
“Gimana,
lo mau kan bantuin gue?"
“Ehhh...
iyah, gue bakal usahain!" ( tutur Izan dengan semangat yang dipaksakan)
Mendengar
rencana Kak Rian, Izan sangat bingung. Tidak mungkin baginya untuk mendahului
sang kaka. Namun, perasaannya pun takdapat di bohongi.Izan mencintai sahabatnya
itu.
Keesokan
harinya, Izan berniat ingin mengajak Hasry jalan-jalan, namun yang ia dapat kan
hanyalah sepucuk surat yang di titipkan Hasry pada temannya. Surat itu ditujukan
untuknya.
----------------------------------------------------------------
#isisuratHasry
Dear
Izan
Kamu
adalah sahabat terbaik. Terimakasih, karna udah jagain aku selama ini. Jujur,
aku sangat menyayangi mu. Dan aku tak ingin berpisah dengan mu. Tapi aku tak punya
pilihan. Ayah memintaku untuk ikut bersamanya. Aku harap suatu saat nanti, kita
bisa berjumpa. Dan semoga kamu tidak lupa sama aku. Aku pun tak kan melupakan
mu.
Sahabat mu, Hasry.
----------------------------------------------------------------
Izan
sangat sedih mengetahui sahabat yang ia sayangi kini telah berada jauh darinya.
Namun, disaat yang bersamaan Izan juga bahagia karena dengan sendirinya Kak Rian
akan melupakan niatnya untuk menjadikan Hasry sebagai kekasihnya.
Sejak
saat itu, Izan mulai fokus pada sekolahnya. Izan hanya ingin
segera lulus dan masuk di Universitas yang ada di kota tempat Hasry pindah.
Izan berharap dengan begitu, Ia dapat bertemu Hasry, dan menyatakan perasaan yang
belum sempat ia sampaikan sebelumnya!
Sekian

